Pemerintah Desa Kandung telah melaksanakan kegiatan Rembug Stunting dalam rangka Optimalisasi Pencegahan Stunting pada hari Selasa, 27 Mei 2025 pukul 09:00 WIB s/d Selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kandung Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh Bapak Camat Winongan “Bapak M. Ganis Subintang,S,STP, M.Si”, Pendamping Desa dari Kabupaten “Bapak Akhmad Hidayat”, Pendamping Lokal Desa “Bapak Solikhudin”,Ahli Gizi dari Puskesmas Winongan “Ibu Trusty Wulandari”, Bidan Desa “Ibu Jahrotul Uyun”, Bapak Kepala Desa Kandung “Bapak Adif Luthfi Mubarok S.Pt” beserta Jajaran Perangkat dan Staf, Guru PAUD (KB dan TK), Badan Permusyawaratan Desa, Wakil TP-PKK, Kader,RT,RW,dan Warga Masyarakat.
Rembug Stunting merupakan pertemuan yang dilakukan oleh desa untuk membahas dan menetapkan komitmen dalam optimalisasi pencegahan stunting. Hal ini bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan di desa khususnya stunting. Acara Rembug Stunting yang pertama yaitu pembukaan, kedua adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, acara ketiga yaitu sambutan-sambutan(sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Desa Kandung (Bpk. Adif Luthfi Mubarok S. Pt)),(sambutan kedua disampaikan oleh Camat Winongan (Bpk. M. Ganis Subintang, S,STP, M.Si)), (sambutan ketiga disampaikan oleh Pendamping dari Kabupaten (Bpk. Akhmad Hidayat)). kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, dimana penyampaian pertama disampaikan oleh Bidan Desa Kandung (Ibu Siti Jahrotul Uyun) tentang “Konvergensi Layanan Stunting di Desa”. Penyampaian kedua disampaikan oleh Ahli Gizi dari Puskesmas Winongan (Ibu Trusty Wulandari) tentang siklus 1000 HPK dan makanan yang harus diberikan oleh ibu dan balitanya dilanjutkan dengan tanya jawab. Pertanyaan I:dari Ibu Trusty W. Mengapa timbangan anak berbeda dengan berbagai jenis timbangan yang berbeda pula. Apakah hasil timbangannya tidak akurat?.Jawaban II: dari Ibu-ibu Kader. Karena setiap timbangan dirancang khusus untuk mengukur berat badan bayi dengan akurasi tinggi dan sensitivitas tinggi. Timbangan bayi yang umum digunakan di posyandu memiliki keakuratan yang lebih baik dibandingkan timbangan analog/manual sehingga hasilnya lebih presisi. Alat ukur balita dengan Antropometri KIT (1.stadiometer (alat ukur tinggi badan), 2.Infantometer (alat ukur panjang badan), 3.Alat ukur lingkar kepala/LilA (alat ukur indeks masa tumbuh), 4.Timbangan Digital (alat ukur berat badan)). Untuk mengetahui timbangan berat badan akurat dengan berbagi cara, yang pertama pastikan timbangan berada dipermukaan yang datar dan stabil, kemudian bisa menggunakan bandul kalibrasi/benda dengan berat yang sudah diketahui untuk menguji akurasi timbangan, jika timbangan menunjukkan berat yang sesuai dengan berat yang sudah diketahui, maka timbangan tersebut dapat dianggap akurat. Selain itu, timbangan digital biasanya memiliki fitur “tare”/”zero” untuk mengatur ulang skala ke nol, yang dapat membantu memastikan akurasi pengukuran. Pertanyaan II : dari Ibu Zulaikha. Apakah anak yang tumbuh kembangnya tidak sama dengan anak pada usianya ada hubungannya dengan keturunan (misal orangtuanya pendek anaknya juga pendek)?.Jawaban II:dari Ibu Trusty W. Faktor keturunan tidak mempengaruhi terhadap tumbuh kembang anak. Disini pentingnya kegiatan ini sehingga bisa memberikan tambahan wawasan tentang pentingnya siklus 100HPK (selama masa kehamilan setelah melahirkan serta perawatan balita dalam pemberian makanan yang dikonsumi). Kemudian diakhiri dengan penutup / do’a dipimpin oleh Bapak Pendamping Kabupaten (Bpk Akhmad Hidayat).
Setelah mengikuti kegiatan ini peserta menjadi lebih memahami tujuan pelaksanaan rembuk stunting tersebut yaitu menyalurkan aspirasi khususnya dibidang penanganan dan pencegahan stunting di desa Kandung kecamatan Winongan kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh Pemdes dan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut dalam mengajak peserta, sehingga dengan bantuan/fasilitasi Pemerintah Desa kegiatan ini terlaksana dengan antusias peserta cukup baik dan partisipatif serta memberikan ruang kepada semua peserta untuk menyampaikan aspirasinya untuk pembangunan desa kedepannya.
Harapannya generasi bangsa yang sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Jika anak-anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan.